Merawat Warisan Leluhur, Seren Taun ke-658 Digelar Empat Hari di Kampung Gelar Alam Sukabumi 

Hariangmp, Sukabumi – Tradisi Seren Taun ke-658 digelar masyarakat adat di Kampung Gelar Alam, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Rangkaian kegiatan berlangsung selama beberapa hari, mulai Kamis hingga malam Senin, dengan agenda utama berupa prosesi adat, syukuran hasil bumi, serta berbagai pertunjukan seni dan hiburan rakyat. Senin (5/10/2026)

Abah Ugi atau Abah Anom selaku Kesepuhan Gelar Alam mengatakan, pelaksanaan Seren Taun merupakan tradisi turun-temurun yang menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian sekaligus doa untuk keberkahan dan hasil panen pada tahun berikutnya.

Rangkaian Seren Taun ke-658 di Kampung Gelar Alam berlangsung mulai Kamis hingga malam Senin. Selama kegiatan, masyarakat mengikuti berbagai rangkaian adat dan menikmati pertunjukan kesenian tradisional maupun hiburan rakyat.

Agenda utama meliputi:

– Prosesi adat Seren Taun ke-658 sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi.

– Kegiatan syukuran hasil panen masyarakat adat.

– Pertunjukan kesenian tradisional, antara lain Angklung Dogdog Lojor dan kesenian tradisional lainnya.

– Pertunjukan wayang golek

– Pertunjukan rege dan organ sebagai bagian dari hiburan rakyat.

– Berbagai pertunjukan seni dan hiburan lainnya yang melibatkan masyarakat.

“Acaranya dari Kamis, terakhir sampai malam Senin. Ada wayang golek, rege, organ dan hiburan lainnya,” ujar Abah Ugi.

Selain kesenian tradisional, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan hiburan dari luar daerah sesuai dengan permintaan masyarakat. Kehadiran berbagai bentuk kesenian tersebut membuat Seren Taun tidak hanya menjadi kegiatan adat, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan hiburan bagi warga.

Rangkaian Seren Taun ke-658 turut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi Asep Japar hadir dalam kegiatan tersebut bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Abah Ugi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan kegiatan adat dan budaya masyarakat.

“Alhamdulillah dari pemerintah setempat support terus, dari Kabupaten Sukabumi, dari Kabupaten Lebak, termasuk para kepala dinas dan unsur lainnya,” kata Abah Ugi.

Menurut Abah Ugi, Seren Taun memiliki makna yang erat dengan kehidupan masyarakat agraris. Tradisi tersebut menjadi momentum untuk bersyukur atas hasil panen sekaligus memanjatkan harapan agar pertanian masyarakat semakin baik.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun hasil panennya melimpah. Kemarin sempat ada kemarau agak panjang. Tahun ini alhamdulillah hujan sudah mulai turun lagi. Mudah-mudahan ke depan hasil panennya bisa bertambah dan terus meningkat,” ujarnya.

Masyarakat berharap kondisi alam yang semakin mendukung dapat memberikan dampak positif terhadap hasil pertanian pada musim-musim berikutnya.

Seren Taun ke-658 menjadi bukti keberlanjutan tradisi masyarakat adat Kampung Gelar Alam dalam menjaga warisan leluhur. Tradisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan rasa syukur terhadap hasil bumi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan menjaga keberadaan kesenian tradisional.

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, Seren Taun diharapkan terus menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Sukabumi sekaligus warisan budaya yang dapat dikenalkan kepada generasi muda. (Hd/Jy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *